Bhumi Arema, yups untuk sekian kalinya saya menginjakkan
kaki dikota Singa Gila ini. Kali ini duel klasik “Derby JawaTimur” antara
AREMA vs Persebaya digrup B Piala Gubernur yang membuat saya kembali menginjakkan kaki
dikota Apel ini. Saya sendiri berangkat bersama teman lama SMP saya, mumpung
masih liburan gak ada salahnya mengajak dia nonton bola apalagi dia belum
pernah nonton langsung keStadion .
Pertandingannya sendiri berlangsung hari jumat (28/12) dan berlangsung
diStadion Kanjuruhan, namun saya memutuskan berangkat satu hari lebih
awal, biar enggak crash sama ibadah
shalat Jum’at. Segera saya berkoordinasi sama nawak2 Aremania Nganjuk dan
Kediri, karena saya berangkat lebih awal kami memutuskan untuk bertemu langsung diStadion saja.
Tepat setelah Shalat Dzuhur saya dan teman
saya segera berangkat ke Stasiun Kertosono,
Dijalanan menuju Stasiun, terlihat mural “The jakmania” namun sayang ada tulisan2 sampah disekitarannya.
Setibanya diStasiun kami sudah disambut dengan tulisan “Tiket KA RapinDhoho
jurusan Malang Habis” tak habis akal kami pun segera menuju Stasiun Purwoasri (sekedar info kalo kalian sudah kehabisan
tiket, gk usah bingung segeralah menuju Stasiun kecil, soalnya diStasiun kecil
seperti purwoasri loket akan dibuka tepat saat KA akan tiba(Manual) jadi gk
bakalan kehabisan tiket ) tp konsekuensinya kita bakalan dapet tiket tanpa
tempat duduk .
Dan akhirnya kamipun bisa melanjutkan perjalanan ke Malang dengan KA RapinDhoho
dan duduk lesehan *ekonomi banget .
Sesampainya diBlitar terlihat banyak sekali muralan AREMA, Kota Patria memang terkenal basisnya
Aremania. Kurang lebih 3 jam kami habiskan didalam Kereta, kami berencana transit dirumah sodara teman saya
didaerah Wlingi (Blitar) dan bermalam disana,
baru pada keesokan harinya kami menuju Bhumi Arema. Sesuai rencana awal
setelah Shalat Jum’at kami menuju Bhumi Arema dengan Bis dengan waktu ±2jam.
Sesampainya diStadion
saya segera mencari marchendise Arema disekitaran Stadion, memang dari rumah
adik saya sudah titip kaos Arema sayapun menyanggupinya biar gede gak jadi
supporter ijo .
Setelah itu kami bertemu dua nawak Aremania Nganjuk dan seorang nawak
Aremania.Net (Kediri) dan ngaso disalah satu Cafe disekitar Stadion.
Kami berencana duduk di Tribun
UnderScore, untuk itulah kami masuk lebih awal karena diTribun ini ramenya
bukan main . Jam 5 kami masuk Stadion dan benar saja Tribun
UnderScore sudah dipadati Aremania padahal pertandingan baru akan dimulai
dua jam lagi.
Tepat jam 7 malam pertandingan pun dimulai, saya sendiri
tidak terlalu memperhatikan jalannya pertandingan saya lebih memilih menikmati
atraksi Aremania disemua sektor Kanjuruhan. Dan
tiba2 gooaall El Loco Gonzaez menjebol gawang persebaya 1-0 untuk Arema,
hingga wasit meniup peluitnya panjang tanda berakhirnya pertandingan Arema mampu mempertahankan keunggulannya dan
otomatis lolos ke babak final (30/12).
Saatnya mencari temapat tidur, untung saat mau membeli nasi
goreng disebelah kamii ada seorang nawak Aremania setelah sedikit basa basi
kami diajak bermalam kerumahnya sebuah kesempatan yang gak akan saya lewatkan
dari pada bermalam distasiun *akeh nyamuk lan adem jess . Jam 3 pagi kami segera pamit untuk bergegas
menuju Stasiun, kalo enggak pagi2 bisa2 antriannya memanjang. Distasiun
ternyata banyak Aremania yang sedang mengantri beli tiket kereta, ternyata
mereka semua bermalam disekitaran Stasiun . Alhamdulillah akhirnya dapat tiket
untuk pulang juga. Nganjuk I’m Comming

Tidak ada komentar:
Posting Komentar